Kitab Suci Al Qur’an menjelaskan soal ruh

Dalam surah al-Isra’ ayat 85 Allah Swt., berfirman:
{ ويسألونك عن الروح قل الروح من أمر ربي وما أوتيتم من العلم الا قليلا }
Artinya : “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah,Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit”
  1. Surat 15 (AL-HIJR) ayat 29
“Maka apabila Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan padanya Ruh dari-Ku, hendaklah kamu tunduk sujud akan dia”
  1. Surat 32 (AS-SAJ’DAH) ayat 9
“Lalu Ia sempurnakan kejadiannya, Ia tiupkan pada sebagian dari Ruh-Nya dan Ia jadikan bagi kamu pendengaran dan penglihatan dan hati tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.


وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (QS. Al-Isra': 85)

Menurut DR. Moh. Sayyed Ahmad al-Musayyar, lafadz “Rûh” dalam al-Qur’an terdapat kurang lebih disebutkan sekitar dua puluh satu kali dalam berbagai makna.[3] Seperti:
1. Dalam surah al-Qadr ayat 4, dimaksudkan dengan Rûh yaitu “Malaikat Jibril AS”.
{ تنزل الملا ئكة والروح فيها….}[4]
2. Dalam surah as-Syûrâ terdapat kata Rûh yang bermakna “al-Qur’an”.
{ وكذلك أوحينا اليك روحا من أمرنا… }[5]
3. Dalam surah Ghâfir terdapat kata Rûh yang memiliki makna “al-Wahyu”
{ يلقى الروح من أمره على من يشاء… } [6]